Sunday, October 7, 2012

Lendir di Saluran Napas Dapat Mengancam Nyawa


Lendir berperan dalam menjaga saluran pernapasan. Namun, lendir yang berlebihan pada penderita asma bisa mengancam nyawa.
”Ketahanan tubuh dan saluran pernapasan dijaga oleh mekanisme yang tidak spesifik, seperti batuk, hingga oleh sistem lendir (mukus) di saluran pernapasan,” kata Wiwien Heru Wiyono, dokter spesialis paru dari Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi Universitas Indonesia dan RS Persahabatan, dalam The 14th International Meeting on Respiratory Care Indonesia (Respina) 2012, Jumat (5/10), di Jakarta.
Wiwien mengatakan, mukus berfungsi melembabkan saluran napas dan menjerat mikroorganisme atau kotoran untuk dikeluarkan lewat batuk. ”Mukus biasanya encer, tetapi bisa mengental untuk menangkap mikrogranisme atau kotoran,” ujarnya. Gen mukus teraktivasi oleh kuman. Bentuk awal yang berupa butiran berubah menjadi lendir.

Friday, August 17, 2012

Cara Sembuhkan Diabetes Melitus


Diabetes melitus, atau masyarakat awam menyebutnya penyakit kencing manis, kini menyita perhatian dunia kedokteran. Penyakit yang ditandai oleh tingginya kadar gula dalam darah ini merupakan penyakit yang komplikasinya paling banyak dan jumlah penderitanya terus meningkat.
Diabetes melitus atau diabetes tipe dua kebanyakan diderita orang dewasa. Penyebab utamanya adalah kegemukan dan pola makan yang tidak sehat.
Meski diabetes termasuk dalam penyakit berbahaya, tetapi jika kadar gula darah bisa dikendalikan dengan gaya hidup sehat, penderitanya tetap dapat hidup sehat, produktif, dengan kualitas hidup yang baik.
Kalangan kedokteran lebih banyak menggunakan istilah diabetes yang terkendali, bukan sembuh. Karena jika pasien kembali makan secara sembarangan, malas berolahraga, atau tidak minum obat pengendali gula darah, maka kadar gula darah akan kembali tinggi.
Sri Hartini meminta agar masyarakat berhati-hati atas tawaran berbagai klinik pengobatan yang mengklaim bisa menyembuhkan diabetes.
"Tujuan pengobatan diabetes bukan untuk menyembuhkan, tetapi untuk mencegah atau menunda komplikasi," imbuh guru besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung ini.
Komplikasi yang timbul dari penyakit diabetes bukan hanya membuat penyakit bertambah berat tapi juga meningkatkan pengeluaran untuk berobat dan tentu saja kualitas hidup pasien rendah.
Tantangan terberat pengobatan diabetes adalah sifatnya yang jangka panjang dan diperlukan kedisiplinan. Secara umum terdapat lima pilar pengendalian diabetes, yakni pengaturan makan, olahraga, obat, edukasi, serta pengukuran gula darah mandiri.
"Diabetes dianggap terkendali jika setiap harinya gula darah dalam kadar yang normal tanpa kejadian hipoglikemi," katanya.
Sekarang ini telah banyak beredar dimasyarakat berbagai macam obat herbal yang diyakini dapat menyembuhkan atau mengurangi penyakit diabetes. Tidak ada salahnya untuk mencoba obat herbal Propolis Diamond atau Propolis Melia. Anda dapat mengunjungi website resminya untuk mengetahui info lebih lanjut yaitu Propolis Murah (klik).

Thursday, August 9, 2012

Keluarkan Toksin dari dalam Tubuh


Cobalah ingat-ingat. Kulit bermasalah? Tubuh cepat lelah? Menurut Andang Widhawari Gunawan, konsultan gizi dan penggagas Food Combining, kondisi itu menandakan adanya tumpukan toksin di dalam tubuh Anda.
Toksin atau racun, tentu harus dikeluarkan dari tubuh. Jika jumlahnya sudah berlebih, ia akan menumpuk dan menyebabkan toksemia (kondisi keracunan dalam darah). Penjelasan singkatnya begini: Sel-sel tubuh kita memperoleh makanan dari darah, sedangkan darah memperolehnya dari usus. Usus menyerap makanan dari setiap zat yang kita konsumsi. Jika ada racun dalam saluran usus, racun akan terserap dan ikut beredar bersama darah ke setiap sel-sel tubuh.
Racun bisa berasal dari dalam (endogenus) atau dari luar (eksogenus). Yang dari dalam misalnya sisa metabolisme, radikal bebas, produksi hormon berlebihan akibat stres, gangguan fungsi hormon, dan bakteri penyakit yang sudah ada di dalam tubuh. Jadi, makanan yang kita konsumsi untuk mencukupi kebutuhan gizi ternyata mengandung racun terselubung yang tidak kita sadari. Sebenarnya tubuh sudah memiliki mekanisme sendiri dalam menangani toksin ini. Berkeringat, berkencing, dan buang air besar merupakan detoksifikasi atau pengeluaran racun dari tubuh secara alamiah. Ada saja penyebab yang membuat mekanisme alamiah tadi terganggu.

Sunday, August 5, 2012

Puasa diyakini dapat Keluarkan Racun dari Tubuh


Cobalah ingat-ingat. Kulit bermasalah? Tubuh cepat lelah? Menurut Andang Widhawari Gunawan, konsultan gizi dan penggagas Food Combining, kondisi itu menandakan adanya tumpukan toksin di dalam tubuh Anda.
Toksin atau racun, tentu harus dikeluarkan dari tubuh. Jika jumlahnya sudah berlebih, ia akan menumpuk dan menyebabkan toksemia (kondisi keracunan dalam darah). Penjelasan singkatnya begini: Sel-sel tubuh kita memperoleh makanan dari darah, sedangkan darah memperolehnya dari usus. Usus menyerap makanan dari setiap zat yang kita konsumsi. Jika ada racun dalam saluran usus, racun akan terserap dan ikut beredar bersama darah ke setiap sel-sel tubuh.
Racun bisa berasal dari dalam (endogenus) atau dari luar (eksogenus). Yang dari dalam misalnya sisa metabolisme, radikal bebas, produksi hormon berlebihan akibat stres, gangguan fungsi hormon, dan bakteri penyakit yang sudah ada di dalam tubuh. Jadi, makanan yang kita konsumsi untuk mencukupi kebutuhan gizi ternyata mengandung racun terselubung yang tidak kita sadari. Sebenarnya tubuh sudah memiliki mekanisme sendiri dalam menangani toksin ini. Berkeringat, berkencing, dan buang air besar merupakan detoksifikasi atau pengeluaran racun dari tubuh secara alamiah. Ada saja penyebab yang membuat mekanisme alamiah tadi terganggu.